Surabaya akhirnya diduduki oleh Inggris dengan didukung oleh tentara NICA-Belanda. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak, antara lain tidak kurang dari 10-15 ribu tentara BKR,TKR, tentara Indonesia lainnya serta dari laskar masyarakat umum Surabaya tewas.
Sedangkan dipihak tentara Inggris dan NICA diperkirakan 1500 tentara tewas. Karena ini merupakan Pertempuran Besar dalam mempertahankan negara kesatuan RI maka tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.
Kemudian setelah itu ditahun 1946-1948, Amos Pah diangkat menjadi Komandan Kompie III pada Batalion Paraja-Brigif 16-Resimen II Divisi VI-Surabaya, Komandan Brigif-nya yakni Letkol A.G. Lembong dengan wakilnya adalah Vence Sumual, ketika Letkol A.G. Lembong ditahan Belanda maka status Komandan Brigif diambil alih oleh Letkol. Vence Sumual.
Pada Tahun 1948-1949, Letnan Muda Amos Pah diangkat sebagai Kepala Seksi III pada Batalion Paraja-Brigif 16- Divisi Diponegoro di Yogyakarta_Jawa Tengah, bersama-sama dengan Herman Johannes, Jos Kodiowa, Daud Kellah, Is Tibuludji, Christofel Mooy, Benjamin PandiE, El Tari, Frans Seda, Laurens Say, Paulus Wangge, Silvester Fernandes, Dion Lamury, Herman Fernandez dibawah pimpinan I.R.Lobo (berada dibawah Komando I Gusti Ngurah Rai).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












