IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

M.A.Amos Pah, Tokoh Veteran Perang Asal NTT, Penyandang Bintang Gerilya

Avatar photo
img 20210507 233355

Surabaya akhirnya diduduki oleh Inggris dengan didukung oleh tentara NICA-Belanda. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak, antara lain tidak kurang dari 10-15 ribu tentara BKR,TKR, tentara Indonesia lainnya serta dari laskar masyarakat umum Surabaya tewas.

Sedangkan dipihak tentara Inggris dan NICA diperkirakan 1500 tentara tewas. Karena ini merupakan Pertempuran Besar dalam mempertahankan negara kesatuan RI maka tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Kemudian setelah itu ditahun 1946-1948, Amos Pah diangkat menjadi Komandan Kompie III pada Batalion Paraja-Brigif 16-Resimen II Divisi VI-Surabaya, Komandan Brigif-nya yakni Letkol A.G. Lembong dengan wakilnya adalah Vence Sumual, ketika Letkol A.G. Lembong ditahan Belanda maka status Komandan Brigif diambil alih oleh Letkol. Vence Sumual.

Pada Tahun 1948-1949, Letnan Muda Amos Pah diangkat sebagai Kepala Seksi III pada Batalion Paraja-Brigif 16- Divisi Diponegoro di Yogyakarta_Jawa Tengah, bersama-sama dengan Herman Johannes, Jos Kodiowa, Daud Kellah, Is Tibuludji, Christofel Mooy, Benjamin PandiE, El Tari, Frans Seda, Laurens Say, Paulus Wangge, Silvester Fernandes, Dion Lamury, Herman Fernandez dibawah pimpinan I.R.Lobo (berada dibawah Komando I Gusti Ngurah Rai).

Baca Juga :  Bpk. Michael Tanudiredja Sekeluarga -Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H