Di Bulan Februari tahun 1942, ketika dimulainya masa pendudukan Jepang di Indonesia, tentara Jepang langsung menunjukkan kebrutalan dan kebengisannya yang tidak manusiawi terhadap rakyat Indonesia, Amos Pah muda menyaksikan langsung bahkan sempat merasakan sendiri kebrutalan tentara Jepang, hal ini yang menyebabkan Amos Pah sangat membenci penjajah Jepang.
Untuk itu Amos Pah melupakan semua cita-citanya untuk menuntut ilmu di Jawa dan dia bertekad untuk turut berjuang pikul senjata berperang melawan Penjajah saat itu. maka diapun turut bersama-sama pemuda-pemuda Timor lainnya bergabung dengan organisasi gerilyawan ex. Tentara KNIL-Belanda yang berasal dari Timor, Ambon dan Manado serta dari Jawa yang dikenal dengan gerakan organisasi perjuangan ” V-aksi “, tentara ex.
Tentara KNIL Belanda asal orang Indonesia banyak yang melakukan desersi dan bergabung dengan para pejuang lainnya, mereka ketika melarikan diri dari kesatuannya juga membawa serta senjata, amunisi peninggalan Belanda yang mereka pergunakan dalam perjuangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












