Mereka, tenaga kerja orang Indonesia tersebut (termasuk Amos Pah) akhirnya ditangkap oleh Tentara Jepang (Ken Pen Tai) dan disiksa di penjara.
Namun nasib mereka masih baik, melalui jaminan Direktur Ambachtschool Probolinggo Mr. Suparjo, maka mereka semua dibebaskan.
Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Tentara Sekutu, tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta atas nama seluruh rakyat Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta. Pada tanggal 23 Agustus 1945 terbentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR), BKR adalah cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada tanggal 12 September 1945 Amos Pah bergabung dengan BKR di Surabaya atau tepatnya dia langsung dipercayakan serta ditunjuk sebagai Kepala Pasukan Badan Keamanan Rakyat atau BKR-Ngagel-Surabaya (dibawah Komandan BKR Surabaya saat itu adalah Soengkono, Salah satu Pejuang 45 asal Surabaya, terakhir pangkat Mayor Jenderal TNI).
Amos Pah menceritakan pula bahwa bersama-sama dengan dia berjuang di Jawa Timur cukup banyak pemuda-pemuda asal NTT dan Ambon yang angkat senjata bahu membahu melawan tentara Belanda saat itu, mereka tergabung dalam laskar PRI-Soerabaja ( Pemoeda Repoeblik Indonesia-Soerabaja).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












