IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

M.A.Amos Pah, Tokoh Veteran Perang Asal NTT, Penyandang Bintang Gerilya

Avatar photo
img 20210507 233355

Mereka, tenaga kerja orang Indonesia tersebut (termasuk Amos Pah) akhirnya ditangkap oleh Tentara Jepang (Ken Pen Tai) dan disiksa di penjara.

Namun nasib mereka masih baik, melalui jaminan Direktur Ambachtschool Probolinggo Mr. Suparjo, maka mereka semua dibebaskan.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Tentara Sekutu, tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta atas nama seluruh rakyat Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta. Pada tanggal 23 Agustus 1945 terbentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR), BKR adalah cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada tanggal 12 September 1945 Amos Pah bergabung dengan BKR di Surabaya atau tepatnya dia langsung dipercayakan serta ditunjuk sebagai Kepala Pasukan Badan Keamanan Rakyat atau BKR-Ngagel-Surabaya (dibawah Komandan BKR Surabaya saat itu adalah Soengkono, Salah satu Pejuang 45 asal Surabaya, terakhir pangkat Mayor Jenderal TNI).

Amos Pah menceritakan pula bahwa bersama-sama dengan dia berjuang di Jawa Timur cukup banyak pemuda-pemuda asal NTT dan Ambon yang angkat senjata bahu membahu melawan tentara Belanda saat itu, mereka tergabung dalam laskar PRI-Soerabaja ( Pemoeda Repoeblik Indonesia-Soerabaja).

Baca Juga :  Keluarga Besar PPK 2.2 Provinsi NTT -Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H