file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Kisah Sukses Pengolahan Sampah Terpadu, TPST Oebufu jadi Inspirasi Bagi NTT

Avatar photo
IMG20250809124451
oplus_1024

“Ada juga warga yang membayar lebih karena meminta pengangkutan sampah setiap hari. Kami juga memiliki kebijakan khusus untuk warga berpenghasilan rendah agar tetap mendapatkan layanan penjemputan tanpa membayar iuran,” katanya.

Yeskial, yang didampingi oleh Ketua RW 003 Kelurahan Oebufu, Arny Loasana, menambahkan bahwa dalam menjalankan misi pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan hingga proses pengolahan, Satgas TPST Oebufu didukung oleh 12 anggota serta melibatkan Tim Ahli.

Ibu Tiny, selaku anggota Tim Ahli, menegaskan bahwa sesuai dengan arahan dari Menteri Lingkungan Hidup mengenai manajemen penanganan sampah, ada tiga faktor utama yang menjadi penunjang keberhasilan.

“Pertama, faktor mandatori, yang berarti bahwa pemimpin harus memberikan mandat dan dukungan penuh. Kedua, faktor uang, yang mengacu pada pentingnya dukungan finansial dari masyarakat melalui kontribusi retribusi sampah. Dan yang ketiga adalah kepemilikan kartu WPPS,” jelas Ibu Tiny.

“Strategi kartu WPPS ini bertujuan untuk penerapan sanksi, sehingga mendorong masyarakat agar lebih aktif terlibat dalam pengelolaan sampah. Kontribusi retribusi juga sangat penting untuk menggerakkan kinerja Satgas. Jadi, ketiga faktor ini harus berjalan beriringan agar upaya pengelolaan sampah dapat berjalan efektif,” pungkasnya.(Tom)

Baca Juga :  Keluarga Besar Satker Cipta Karya Wilayah I NTT- Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H