Jalan Panjang Diana Takaeb, Dari Bangku STM Hingga Memimpin Proyek Jalan di Flores

file 00000000800471fa95313b3d9c7bf171

Flores bukan wilayah yang mudah. Jalan berkelok, kontur tanah yang tidak seragam, hingga cuaca yang berubah cepat menjadi bagian dari risiko pekerjaan.

Dalam situasi seperti itu, profesionalisme bukan sekadar tuntutan administratif. Ia menjadi sikap yang harus dijaga setiap saat.

“Tetap profesional menghadapi hambatan,” kata Diana singkat.

Namun, tantangan yang lebih halus justru datang dari hal yang tidak terlihat: menjaga integritas di tengah tekanan proyek.

“Sebagai PPK perempuan, kita harus membuktikan bahwa profesionalisme tidak mengenal gender,” ujarnya.

Kartini yang Berubah Wujud

Apa yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini lebih dari seabad lalu menemukan bentuknya yang baru dalam cerita seperti ini.

Bukan lagi soal akses pendidikan semata, tetapi tentang ruang untuk mengambil keputusan dan memimpin.

Diana tidak menyebut dirinya sebagai simbol. Ia hanya bekerja, menyelesaikan tugas, dan menjaga tanggung jawab.

Namun, dari sana, sebuah gambaran terbentuk: perempuan yang tidak lagi meminta ruang, tetapi mengisinya.

Exit mobile version