“Dengan penanganan secara swakelola, kami memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menangani berbagai permasalahan jalan. Kami juga berupaya untuk menyisir lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran drainase, agar dapat dibuat saluran baru,” jelas Adrianto dalam wawancara, Kamis, 18/7/2025.
Menurut Adrianto, hingga pertengahan bulan Juli 2025, progres kegiatan rutin jalan telah mencapai 60 persen, sementara progres preservasi jalan telah mencapai 32 persen.
Adapun alokasi anggaran yang diperuntukkan kegiatan rutin swakelola mencapai Rp3,6 miliar, sementara untuk kegiatan preservasi sebesar Rp2,6 miliar. Sumber dana untuk kegiatan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.
Adrianto menambahkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh BPJN NTT , pihaknya diminta untuk mengusulkan tambahan kegiatan di tahun 2026. Salah satunya adalah penanganan overlay aspal satu lapis pada beberapa titik ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat usia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














