
Penanganan yang dilakukan oleh OP JIAT berfokus pada upaya mendukung swasembada pangan dan membantu penyelesaian kegiatan rehabilitasi sumur-sumur bor yang tidak berfungsi, agar dapat kembali beroperasi.
Selain itu, penanganan juga meliputi penggantian mesin penggerak dari tenaga solar cell ke jaringan listrik PLN, penggantian pompa yang rusak, perbaikan jaringan irigasi, dan pemeliharaan box bagi (bangunan bagi air).
Sementara itu, pekerjaan rutin yang ditangani berlokasi di Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Atambua. Penanganan yang dilakukan meliputi pengecatan fasilitas irigasi, pemotongan rumput di sekitar jaringan, perbaikan jaringan di box bagi, serta penggantian stop kran yang rusak.
“Pekerjaan sprinkler di Kabupaten Belu telah mencapai 100 persen penyelesaian. Sedangkan kegiatan di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao, progresnya masih berada di angka 60 persen,” jelas Gozali.
Secara keseluruhan, progres kegiatan OP JIAT saat ini berada di kisaran 56 persen. “Kami berharap, progres ini dapat mencapai 80 persen pada bulan depan,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














