“Target kami di bulan Juni progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen. Setelah itu, pada Agustus dan September pekerjaan harus dipercepat karena kondisi lapangan lebih memungkinkan,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan perlu dilakukan sebelum memasuki musim hujan pada Oktober dan November yang berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi.
Menurut Ari, strategi pelaksanaan telah dirancang bertahap, dimulai dengan progres perlahan di awal, kemudian dipacu lebih cepat saat kondisi lapangan mendukung, hingga akhirnya memasuki tahap perapihan dan pemeliharaan menjelang akhir tahun.
“Kami berharap meskipun kontrak sampai Desember, pekerjaan utama sebenarnya bisa selesai lebih cepat, idealnya Oktober atau November. Jadi sisanya tinggal perapihan dan pemeliharaan,” ungkapnya.
Pihaknya juga telah meminta kontraktor dan konsultan pengawas untuk melakukan percepatan pekerjaan pada periode waktu yang dianggap paling efektif, termasuk menyiapkan stok material sejak dini.
Namun di sisi lain, pelaksanaan proyek juga menghadapi tantangan kenaikan harga material akibat dampak situasi perang global yang turut mempengaruhi biaya konstruksi. (Paskal)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












