IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Progres Penanganan 8 titik Longsoran Ende-Wolowaru capai 57,08%

Avatar photo
IMG 20251013 WA0002

” Penanganan longsoran Di Km.56 dan km.58 dilakukan alihtrase dengan lebar bervariasi sekitar 3 meter hingga 5 meter. Sementara DPT nya sekitar 20 hingga 30 meter dan pembuatan saluran ” kata Saur.

Saur mengakui tantangan geografis yang dihadapi dalam pengembangan jalan di Pulau Flores, khususnya di Kabupaten Ende dimana ruang datar di kawasan ini sangat terbatas, sehingga banyak ruas jalan rawan tertutup material longsoran saat musim hujan tiba.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

“Karena kondisi geografis yang sempit, beberapa titik memang perlu dilakukan pelebaran. Tujuannya jelas, agar saat terjadi longsor, material tidak langsung menutupi seluruh badan jalan. Ini penting untuk menjamin kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

IMG 20251013 WA0001

Saur menyadari bahwa proses konstruksi ini berdampak langsung pada kelancaran arus kendaraan selama proyek berlangsung. Namun, ia menekankan bahwa semua ini adalah bagian dari investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

“Memang kerja ini pasti berdampak pada perlambatan lalu lintas selama masa konstruksi. Tapi setelah selesai, masyarakat dan pengguna jalan akan jauh lebih aman dan leluasa dalam melintasi jalan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Rampung Dikerjakan, Jalan IJD Molo Sunjam di Kupang Resmi Dimanfaatkan Masyarakat