Pengendalian kontrak, lanjutnya, terus dilakukan secara ketat untuk memastikan aspek mutu, waktu, dan biaya tetap terkendali.
“Sejauh ini, tidak terdapat kendala berarti di lapangan, baik dari sisi pembebasan lahan maupun manajemen lalu lintas selama pekerjaan berlangsung” ujarnya.
Setelah pekerjaan mencapai Provisional Hand Over (PHO) yang dijadwalkan pada Juni 2026, proyek ini akan memasuki masa pemeliharaan selama satu tahun.
Pada periode tersebut, tanggung jawab perawatan masih berada pada kontraktor pelaksana guna menjamin kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.
Selain mendorong peningkatan kualitas infrastruktur, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Partisipasi masyarakat setempat menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran pekerjaan.
Dengan progres yang terus terjaga, pembangunan ruas Jalan Wolokela–Late diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu.
Peningkatan kualitas jalan daerah melalui Program Inpres Jalan Daerah diharapkan mampu memperkuat layanan infrastruktur jalan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan konektivitas dan akses layanan dasar bagi masyarakat Kabupaten Ngada.(Paskal)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












