Sedangkan pada Km 50+250, lanjutnya, penanganan longsoran menggunakan tipe pondasi shear key dengan dinding penahan tanah dari beton. Pemasangan buise beton juga dilakukan di depan DPT (Dinding Penahan Tanah) sebagai proteksi terhadap arus air sungai Wae Pesi.
“Untuk penanganan preservasi ruas jalan Ruteng-Reo-Kedindi, progresnya saat ini sudah mencapai 12 persen. Kami terus melakukan pemantauan dan pembaruan terhadap perkembangan progres pekerjaan,” kata Nur Indah.

Selain dua paket preservasi tersebut, pihaknya juga melaksanakan paket Swakelola yang meliputi pengendalian tanaman, pembersihan rumput, perbaikan drainase, dan sejumlah pekerjaan lainnya dengan alokasi anggaran 4 miliar.
Diketahui alokasi anggaan Proyek preservasi jalan Ruteng-Reo-Kedindi sebesar Rp 24 miliar, dan proyek preservasi jalan Batas Kota Ruteng-KM 210 dialokasikan Rp 5 miliar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












