Layani Tujuh Trayek Perintis, DAMRI Kupang Hadapi Tantangan Jalan Rusak dan Minimnya Penumpang

IMG 20260617 152827

“Kami tetap melakukan perawatan secara rutin. Sebelum dan sesudah operasi selalu dilakukan pengecekan oleh mekanik sehingga kendaraan yang beroperasi benar-benar siap melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan trayek perintis dilakukan melalui survei bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) NTT dan pemerintah daerah. Dari hasil survei tersebut kemudian diputuskan apakah suatu wilayah layak mendapatkan layanan angkutan perintis.

“Kalau memang hasil survei menunjukkan wilayah tersebut membutuhkan layanan perintis, maka BPTD akan mengeluarkan persetujuan untuk pengoperasiannya,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional angkutan perintis di Kupang, pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp1,795 miliar.

Namun demikian, tingkat keterisian penumpang atau load factor masih tergolong rendah, rata-rata di bawah 30 persen.

“Kondisi ini cukup menantang. Selain bersaing dengan angkutan swasta, masyarakat juga banyak menggunakan kendaraan pick up karena lebih mudah menjangkau permukiman dan kondisi jalan yang kurang baik,” katanya.

Exit mobile version