Menurutnya, apabila pemerintah dapat mengalokasikan sekitar Rp400 miliar pada tahun ini dan dilanjutkan Rp300 hingga Rp350 miliar pada tahun berikutnya, maka pembangunan Bendungan Manikin masih memungkinkan selesai tepat waktu.
Ia menegaskan, kendala utama proyek tersebut bukan lagi pada aspek teknis pembangunan, melainkan murni persoalan kemampuan pendanaan pemerintah.
Sementara itu, progres pembangunan Bendungan Lambo di Mbay disebut telah mencapai sekitar 92 persen secara fisik.
Meski demikian, proyek tersebut masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp153 miliar untuk pembangunan jalan relokasi serta fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang terdampak genangan bendungan.
“Tambahan anggaran itu sangat penting. Kalau tahun ini tidak terpenuhi, maka tahun depan kita tidak bisa melakukan impounding penuh karena masih ada jalan dan akses masyarakat yang akan tergenang,” jelasnya.
Ia menerangkan, apabila impounding tetap dilakukan tanpa relokasi akses masyarakat, maka penggenangan hanya dapat dilakukan pada elevasi tertentu dan air harus kembali dibuang demi menjaga akses warga tetap terbuka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
