Dalam proyek preservasi jalan, penggunaan alat berat seperti asphalt finisher, vibro roller, excavator, dump truck, dan wheel loader menjadi komponen utama pekerjaan. Seluruh peralatan tersebut sangat bergantung pada konsumsi bahan bakar.
Selain itu, distribusi material menuju lokasi pekerjaan di sejumlah titik ruas Labuan Bajo–Malawatar–Ruteng juga membutuhkan biaya logistik yang besar akibat jarak tempuh yang panjang dan kondisi geografis wilayah Flores Barat.
“Kalau BBM naik, otomatis biaya mobilisasi alat dan pengangkutan material ikut meningkat. Itu yang cukup terasa dalam pekerjaan jalan,” jelasnya.
Di sisi lain, kenaikan harga aspal juga menjadi perhatian kontraktor dalam menjaga stabilitas pekerjaan preservasi. Meski begitu, PT ANK memastikan ketersediaan material masih dalam kondisi aman.
Agung mengatakan, saat ini stok aspal yang tersedia masih mencapai sekitar 50 persen dari total kebutuhan proyek. Pihaknya akan kembali melakukan pemesanan setelah menghitung perkembangan volume pekerjaan di lapangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












