Menurutnya, jembatan yang dibangun di area spillway tersebut tidak hanya mendukung kelancaran operasional bendungan, tetapi juga memperindah kawasan Bendungan Wairita.
“Fungsinya utama memang untuk kelancaran operasional, terutama membuka dan menutup pintu bendungan serta pembersihan area sekitar,” katanya.
Bendungan Wairita sendiri merupakan bendungan urugan homogen yang berada di bawah pengelolaan BBWS Nusa Tenggara II.
Bendungan ini memiliki tinggi sekitar 17,6 meter dengan panjang puncak 102 meter dan kapasitas tampung efektif mencapai 245.450 meter kubik.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengairan, Bendungan Wairita juga memiliki manfaat untuk pengendalian banjir, konservasi sumber daya air, hingga mendukung sektor pertanian masyarakat.
Lalu Siswandi menjelaskan, salah satu keunggulan Bendungan Wairita dibanding sejumlah bendungan lain di NTT adalah keberadaan sumber mata air alami di kawasan hulu yang membuat debit air relatif stabil sepanjang tahun.
“Bendungan ini tidak pernah benar-benar kering. Ada sumber air di atas, sehingga meski musim kemarau, air tetap tersedia dan jernih,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












