“Jika dipaksakan satu jalur, risiko penumpukan sangat tinggi, bahkan bisa berdampak pada kondisi jembatan darurat. Karena itu, kami lakukan pembagian arus,” tegasnya.
Selain itu, Satlantas juga memberlakukan pembatasan tonase kendaraan sesuai rekomendasi tim teknis dari Balai Jalan maupun BPTD NTT, termasuk kemungkinan penutupan sementara jika diperlukan perbaikan tambahan.
“Apabila dalam evaluasi ditemukan perlu penambahan material atau perbaikan, jalur akan ditutup sementara. Kami siap mendukung penuh dari sisi rekayasa lalu lintas,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, sebanyak 20 personel dikerahkan dan disebar di dua titik jalur alternatif.
Pengamanan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Satlantas, Polsek, hingga instansi terkait lainnya.
Meski jalur darurat telah dapat dilalui, pengaturan lalu lintas masih diberlakukan secara terbatas.
Kepolisian bersama instansi perhubungan, BPJN NTT, dan BPTD NTT terus memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan selama masa uji coba.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












