Selanjutnya, besi sling yang putus disambung kembali, lalu diperkuat dengan pengencangan struktur agar jembatan kembali kokoh dan aman digunakan.
Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Pol Afrizal Asri, menegaskan bahwa perbaikan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Jembatan ini akses vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang ikut bergotong royong selama proses perbaikan berlangsung.
“Sinergi personel Brimob dan warga sangat luar biasa. Berkat kerja sama ini, jembatan yang sebelumnya rusak kini sudah kembali normal dan bisa digunakan, meskipun perbaikan lanjutan masih akan dilakukan,” tambahnya.
Dalam prosesnya, berbagai peralatan teknis dikerahkan, mulai dari mesin las, genset, gurinda, chainsaw, hingga kendaraan taktis untuk menunjang mobilisasi dan mempercepat pekerjaan.
Meski jembatan sudah dapat dilalui, sejumlah kendala masih ditemui di lapangan, terutama keterbatasan material seperti papan dan kayu balok untuk bantalan jembatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
