Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di sejumlah titik terdampak mengalami penghentian.
“Dampaknya lalu lintas terhenti,” ujar Rofinus.
Kondisi ini menjadi perhatian BPJN NTT karena Jalan Nasional Lintas Flores merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Flores.
BPJN Mobilisasi Alat Berat dari Sejumlah Ruas
Untuk mempercepat pembukaan kembali akses, BPJN NTT sejak pagi melakukan koordinasi dan mobilisasi alat berat menuju lokasi-lokasi longsor.
“BPJN dari pagi sudah berkoordinasi dan mobilisasi alat berat ke titik-titik longsor,” kata Rofinus.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggeser excavator dari ruas Batas Kabupaten Manggarai–Simpang Bajawa menuju lokasi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Rofinus menyebut excavator tersebut dimobilisasi dari Sta 25+900 ruas Batas Kabupaten Manggarai–Simpang Bajawa menuju ruas Km 210 Batas Kabupaten Manggarai, Sta 3+965.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan material longsor yang menutup badan jalan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














