“Pelaksanaan JMF ini harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan penyedia jasa (kontraktor), konsultan pengawas, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ungkap Sona.
Dengan adanya hasil DMF ini, campuran material yang digunakan di lapangan akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Ini adalah alur-alur dari sistematika pengujian yang dilakukan Laboratorium BPJN NTT.
“Dan kami berkomitmen untuk selalu mempertahankan mutu. Itu adalah prioritas utama kami,” tegas Sona.
“Laboratorium BPJN akan selalu mengeluarkan Desain Mix Formula (DMF) yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR.”sambungnya.
Menurutnya, Proses pengujian di Laboratorium BPJN NTT dilakukan dengan sangat cermat dan melibatkan beberapa tahapan untuk memastikan akurasi dan kualitas hasil.
Uji laboratorium terbaik dilakukan oleh para teknisi yang kompeten dan terlatih, yang merupakan bagian integral dari struktur organisasi Laboratorium.
Setelah teknisi melakukan pengujian, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan oleh Analis. Tugas Analis adalah untuk memeriksa kembali setiap laporan yang disampaikan oleh teknisi, memastikan bahwa semua data dan perhitungan telah dilakukan dengan benar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












