Jenis-jenis pengujian yang dilakukan di Laboratorium BPJN NTT mencakup berbagai aspek penting, seperti uji kuat tekan beton, uji berat jenis dan penyerapan agregat kasar, agregat halus, uji kehausan agregat dengan mesin abrasi, uji berat jenis aspal, daktalitas aspal, penetrasi aspal, titik nyala dan titik bakar aspal, pengujian titik lembek aspal, serta analisis saringan.
“Di Laboratorium BPJN NTT, kami memiliki 13 parameter pengujian yang telah diakui oleh KAN,” ungkap Kepala Seksi Pembangunan BPJN NTT, Ketsia Lanoe, atau biasa disapa Ibu Sona.
Setiap jenis pengujian dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Misalnya, pengujian agregat memerlukan waktu minimal 28 hari sejak material dikirim ke laboratorium oleh Penyedia Jasa,” jelas Sona.
Untuk memastikan pengujian yang sesuai dengan standar, Laboratorium BPJN NTT dilengkapi dengan sejumlah ruangan khusus yang mendukung proses pengujian.
Ruangan-ruangan tersebut meliputi: ruangan analisis, administrasi, ruang pengujian khusus untuk beton, aspal, agregat, serta tempat penyimpanan material yang disediakan oleh rekanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
