Ia menjelaskan, impounding tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga penyelesaian sejumlah persyaratan nonteknis, terutama terkait pengadaan tanah dan relokasi fasilitas umum yang berada di area terdampak genangan.
Untuk mendukung proses tersebut, BBWS Nusa Tenggara II telah menyiapkan pekerjaan lanjutan melalui Paket 3 dengan anggaran sekitar Rp123 miliar yang dilaksanakan secara multiyears pada 2026–2027.
“Sekarang sudah berkontrak. Teman-teman di lapangan sudah mulai melakukan MC 0 dan pekerjaan awal berupa pembersihan untuk jalan juga sudah berjalan,” jelas Anis.
Ruang lingkup Paket 3 antara lain pembangunan dan penanganan jalan penghubung sepanjang sekitar 7,2 kilometer, yang menghubungkan Dusun Malapoma menuju Jawa Tiwa.
Selain itu, terdapat ruas penghubung dari Dusun Malapoma menuju Kapela. Pekerjaan tersebut juga berkaitan dengan konektivitas fasilitas penyeberangan yang sebelumnya telah dibangun.
“Paket 3 ini menghubungkan kembali akses tersebut supaya aktivitas masyarakat, termasuk untuk beribadah pada hari Minggu, tetap bisa berjalan,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
