Pembangunan Dimulai Sejak 2022
Pembangunan Bendungan Mbay mulai dikerjakan pada April 2022, meskipun proses kontraktual telah dimulai sebelumnya.
Anis mengatakan pelaksanaan pembangunan sempat menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan pengadaan tanah dan penolakan masyarakat pada tahap awal.
Jika Paket 1 dan Paket 2 membutuhkan anggaran sekitar Rp1,6 triliun, maka setelah ditambah Paket 3 senilai sekitar Rp123 miliar, total investasi pembangunan bendungan mendekati Rp1,8 triliun.
Bendungan Mbay sendiri berada di kawasan perbatasan sejumlah kecamatan di Kabupaten Nagekeo. Tiga desa yang berada di kawasan bendungan antara lain Rendu Butowe, Mbay, dan Labolewa.
Dengan progres konstruksi utama yang telah mencapai 94 persen, penyelesaian pengadaan tanah, relokasi fasilitas umum, penataan jalan dan utilitas menjadi tahapan penting sebelum Bendungan Mbay memasuki fase pengisian awal waduk.
BBWS Nusa Tenggara II menargetkan seluruh persoalan pendukung tersebut dapat diselesaikan sehingga bendungan dapat segera dimanfaatkan sesuai fungsi utamanya, terutama dalam mendukung penyediaan air dan pengembangan irigasi bagi masyarakat di wilayah Mbay dan sekitarnya.(Tom )
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
