Ia memperkirakan nilai pekerjaan fisik untuk paket rehabilitasi dan peningkatan sekitar Rp3,2 miliar, sedangkan paket JIAT berkisar Rp2,5 miliar.
Progres Pekerjaan Sudah Berjalan
Hingga Mei 2026, progres pekerjaan disebut terus berjalan dengan capaian rata-rata berbeda di tiap paket kegiatan.
“Untuk kegiatan rehabilitasi dan peningkatan progresnya sudah sekitar 35 persen. Sementara pembangunan air baku dan JIAT di Pulau Timor rata-rata sudah mencapai 20 sampai 21 persen,” ujarnya.
Menurut Daud, pembangunan infrastruktur air tanah dan air baku memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam menjawab kebutuhan air bersih saat musim kemarau panjang.
Selama ini, banyak warga di lokasi sasaran harus mengambil air dari tempat yang jauh ketika musim kering tiba. Dengan adanya pembangunan sumur dan jaringan distribusi baru, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses air bersih lebih dekat dan lebih layak.
“Kalau air tersedia dekat permukiman, tentu akan sangat membantu kesehatan masyarakat, kebutuhan sekolah, aktivitas kerja, hingga kehidupan sehari-hari,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
