IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BBWS NT II Kebut Paket Rehabilitasi Air Tanah hingga JIAT di NTT. Progres Sudah Capai 35 Persen

Avatar photo
file 00000000ae647209bd10eb0274a8a574

“Lokasi pengeboran akhirnya digeser sekitar 100 sampai 200 meter. Saat ini masih dalam proses dan mudah-mudahan minggu ini sudah selesai” jelasnya.

Untuk program JIAT di TTU, pembangunan difokuskan pada wilayah pertanian yang selama ini hanya mengandalkan musim hujan.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Pemerintah berharap kehadiran infrastruktur air tanah dapat membantu petani memperpanjang musim tanam hingga musim tanam kedua.

“Harapannya, lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanam saat musim hujan, nantinya bisa dimanfaatkan sampai musim tanam kedua sehingga produktivitas pertanian masyarakat meningkat,” kata Daud.

Anggaran Hampir Rp10 Miliar

Daud menjelaskan total pagu anggaran tiga paket kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp9,8 miliar atau hampir Rp10 miliar.

Namun angka tersebut masih merupakan pagu total karena di dalamnya termasuk biaya operasional pendukung.

“Untuk paket rehabilitasi dan peningkatan pagunya sekitar Rp3,7 miliar, sedangkan JIAT sekitar Rp3,1 miliar. Setelah dikurangi operasional seperti sewa peralatan, ATK, perjalanan dinas, upah buruh dan kebutuhan pendukung lainnya, nilai fisik pekerjaannya tentu berkurang,” jelasnya.

Baca Juga :  Penanganan 8 titik Longsor Ende-Wolowaru: PT. BCTC Optimis Selesai Tahun Ini