“Lokasi pengeboran akhirnya digeser sekitar 100 sampai 200 meter. Saat ini masih dalam proses dan mudah-mudahan minggu ini sudah selesai” jelasnya.
Untuk program JIAT di TTU, pembangunan difokuskan pada wilayah pertanian yang selama ini hanya mengandalkan musim hujan.
Pemerintah berharap kehadiran infrastruktur air tanah dapat membantu petani memperpanjang musim tanam hingga musim tanam kedua.
“Harapannya, lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanam saat musim hujan, nantinya bisa dimanfaatkan sampai musim tanam kedua sehingga produktivitas pertanian masyarakat meningkat,” kata Daud.
Anggaran Hampir Rp10 Miliar
Daud menjelaskan total pagu anggaran tiga paket kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp9,8 miliar atau hampir Rp10 miliar.
Namun angka tersebut masih merupakan pagu total karena di dalamnya termasuk biaya operasional pendukung.
“Untuk paket rehabilitasi dan peningkatan pagunya sekitar Rp3,7 miliar, sedangkan JIAT sekitar Rp3,1 miliar. Setelah dikurangi operasional seperti sewa peralatan, ATK, perjalanan dinas, upah buruh dan kebutuhan pendukung lainnya, nilai fisik pekerjaannya tentu berkurang,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












