Menurut Daud, beberapa titik tambahan akhirnya ikut dimasukkan dalam program setelah adanya permintaan masyarakat dan dukungan dari anggota DPR serta pihak pembina teknis.
“Sebenarnya ada beberapa titik yang awalnya belum masuk, tetapi karena ada banyak usulan masyarakat dan dorongan dari DPR serta pembina, akhirnya kami upayakan untuk masuk dalam daftar rehabilitasi dan peningkatan,” ujarnya.
Program rehabilitasi tersebut mencakup peningkatan fungsi sumur eksisting melalui pembangunan reservoir tambahan, menara air, hingga jaringan distribusi perpipaan ke masyarakat. Beberapa fasilitas pendidikan juga turut menjadi perhatian karena telah memiliki sumur bantuan sebelumnya dari program CSR
“Kami lihat dulu debit airnya. Kalau debit mencukupi, maka bisa dikembangkan untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun sekolah,” katanya.
Selain itu, terdapat pembangunan sumur baru di sejumlah lokasi seperti Lanaus dan kawasan lainnya di Timor Tengah Utara. Namun di salah satu titik di Lanaus, pengeboran awal mengalami kegagalan karena tidak ditemukan debit air yang cukup.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












