“Dengan dibukanya aksesibilitas menuju lokasi hunian tetap, distribusi logistik, pembangunan fisik, serta mobilitas masyarakat pasca relokasi dapat berjalan lebih lancar,” ujar Viktor saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, pada kontrak awal pekerjaan difokuskan pada ruas Simpang Hokeng–Pululera sepanjang 1,50 kilometer dan Simpang Pululera–Noboleto sepanjang 6,85 kilometer dengan total penanganan awal mencapai 8,35 kilometer.
Namun, setelah Pemerintah Kabupaten Flores Timur menetapkan lokasi Huntap baru di Desa Kuhe, panjang penanganan jalan kembali bertambah sekitar 1,9 kilometer. Dengan demikian, total akses jalan yang kini dibangun mencapai 10,25 kilometer.
Menurut Viktor, percepatan pekerjaan terus dilakukan agar akses menuju kawasan relokasi dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Pekerjaan konstruksi meliputi perkerasan jalan menggunakan HRS-WC (Hot Rolled Sheet-Wearing Course), pembangunan bahu jalan, hingga penyiapan sistem drainase silang atau cross drain.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
