Menurutnya, tema kepemimpinan dan pembangunan sangat relevan, terlebih di momentum HUT ke-67 Provinsi NTT, sebagai ruang refleksi sekaligus proyeksi arah pembangunan ke depan.
“Forum seperti ini penting untuk menyatukan gagasan, mempertemukan berbagai perspektif, dan memperkuat kolaborasi dalam membangun NTT yang lebih baik,” ujar Melki.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong implementasi 7 Pilar Dasa Cita sebagai fondasi pembangunan daerah, dengan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk diaspora NTT.
“Mimpi besar kami adalah mewujudkan NTT yang sehat, cerdas, maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Untuk itu, suara masyarakat dan para pemangku kepentingan sangat penting,” tegasnya.
Gubernur Melki juga menyoroti sejumlah tantangan strategis yang masih dihadapi NTT, seperti kemiskinan, isu kesehatan termasuk HIV/AIDS, serta pentingnya menjaga kepercayaan publik di era keterbukaan informasi.
Selain itu, ia menekankan perlunya pembenahan struktur ekonomi daerah. Ketergantungan fiskal NTT terhadap pemerintah pusat yang masih tinggi harus diimbangi dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
