Jika usahanya terus tumbuh dan memenuhi persyaratan yang berlaku, Henos mengaku tidak menutup kemungkinan kembali mengajukan pembiayaan kepada BRI.
“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil maupun usaha kami,” katanya.
Tidak Hanya Batu Kubur
Henos tidak ingin usahanya hanya dikenal sebagai tempat pembuatan batu kubur. Seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan, ia mulai memperluas jenis layanan ke berbagai produk advertising dan percetakan.
“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi. Jadi tidak hanya batu kubur saja, masih banyak item lainnya, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelasnya.
Diversifikasi produk tersebut menjadi bagian dari strategi Henos untuk menjaga keberlangsungan usahanya sekaligus menjangkau lebih banyak pelanggan.
Perlahan, usaha yang dibangun dari skala kecil itu mulai memberikan dampak terhadap perekonomian keluarganya. Meski pendapatan setiap bulan masih naik turun, Henos menyebut omzet terendah usahanya berada di kisaran Rp5 juta per bulan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














