Jane memiliki visi yang jelas: mendorong partisipasi aktif perempuan dalam setiap aspek pembangunan di daerahnya. Ia memahami bahwa tanpa kehadiran perempuan dalam pengambilan keputusan, banyak suara yang terpinggirkan. Oleh karena itu, Jane bertekad untuk menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu prioritas utama dalam program kerjanya.
“Terima kasih buat semua perempuan NTT yang telah mendukung saya bersama kaka Ansy dalam perjuangan ini. Gerakan Mama bantu mama, perempuan bantu perempuan mau mengajak setiap perempuan di NTT agar bersinergi. Lewat kolaborasi antar perempuan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Tidak hanya dalam hal ekonomi, tapi juga dalam pendidikan dan kesehatan” kata Jane disambut tepuk tangan mama- mama dalam reuni tersebut.
Seruan “Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan” bukan hanya sekedar slogan, tetapi merupakan gerakan yang dapat mengubah wajah NTT menjadi lebih inklusif dan berkembang, sejalan dengan harapan masyarakat akan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang lebih nyata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












