tv-beritakota.com – Seekor dugong atau duyung (Dugong dugon,red) ditemukan mati dan terdampar di Pantai Oebelo Kecil, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang, pada Sabtu, 8 Februari 2025.
Kondisi bangkai dugong saat ditemukan sangat memprihatinkan. Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana) langsung melakukan identifikasi di lokasi penemuan.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bangkai dugong tersebut dalam keadaan membengkak, sebagian besar kulitnya terkelupas dan berwarna kemerahan, serta terdapat pembusukan parah pada bagian anus. Sebagian organ dalam, khususnya usus, bahkan terburai keluar.
“Kalau dalam klasifikasi kondisi mamalia, bangkai dugong yang ditemukan kondisinya membengkak dan busuk,” jelas Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud, M.Si.
Karena kondisi bangkai yang sudah sangat membusuk, rencana untuk melakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab kematian dugong tersebut terpaksa dibatalkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
