“Gereja bukan kumpulan orang-orang yang sempurna, melainkan persekutuan orang-orang berdosa yang berharap pada belas kasih Tuhan. Karena itu mereka yang dilantik malam ini bukan berarti yang paling suci, tetapi mereka yang bersedia melayani umat dengan segala keterbatasan yang ada,” ungkap Romo Yonas.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk memberikan dukungan kepada para pengurus yang baru dilantik melalui doa, kerja sama, dan semangat kebersamaan agar pelayanan di wilayah dapat berjalan dengan baik.
Romo Yonas menambahkan bahwa Allah selalu membuka pintu pengampunan bagi setiap orang yang ingin kembali kepada-Nya.
“Tuhan adalah Bapa yang penuh belas kasih. Ia tidak menghitung kesalahan kita, tetapi menanti kita untuk kembali kepada-Nya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan makna simbol jubah, cincin, dan kasut dalam kisah Injil yang menggambarkan martabat manusia sebagai anak-anak Allah, kasih Tuhan yang tak terbatas, serta arah hidup yang kembali kepada Tuhan.
Sementara itu, mantan Ketua Wilayah VIII Santo Fransiskus Asisi, Hendrik Jebarus, berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan pelayanan dengan semangat kebersamaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
