Lebih lanjut, dr. Christian Widodo memaknai prosesi Ma’Somba Tedong dan Ma’Pabendan Bate sebagai simbol syukur dan persatuan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan gereja ini merupakan buah dari kolaborasi lintas komunitas di Kota Kupang.
“Ubi concordia, ibi victoria, dalam persatuan, ada kemenangan. Kita harus tetap bersatu untuk menghadapi tantangan kota ini bersama,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Toraja untuk terus aktif berkontribusi, bahkan membuka peluang bagi kader-kader terbaik Toraja untuk bergabung dalam pemerintahan kota.
“Kami siap menerima dengan tangan terbuka untuk membangun kota ini bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Zet Tadung Allo, S.H., M.H, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Wali Kota yang menunjukkan dukungan nyata terhadap masyarakat Toraja.
Ia menjelaskan bahwa prosesi Ma’Somba Tedong merupakan bentuk persembahan syukur kepada Tuhan atas keberhasilan pembangunan gereja, sesuai tradisi Toraja yang menjunjung harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












