“Kondisinya cukup sulit karena medan menuju kali juga tidak mudah. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah melalui BBWS Nusa Tenggara II yang telah membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat,” ujar Julio.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal menuju solusi yang lebih permanen.
Menurut Julio, di depan kawasan permukiman warga sebenarnya sudah terdapat sebuah reservoir. Namun, hingga kini belum tersedia jaringan pipa yang menghubungkan reservoir tersebut dengan rumah-rumah warga.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui BBWS Nusa Tenggara II dapat membantu membuka jaringan pipa ke wilayah permukiman kami. Reservoir sudah dibangun di depan jalan, tinggal bagaimana jaringan pipanya bisa diteruskan sampai ke kampung,” harapnya.
Lebih dari 20 Tahun Masih Membeli Air
Tokoh masyarakat setempat, Dominggus Da Costa, mengatakan persoalan air bersih bukan masalah yang baru dirasakan masyarakat.
Warga di kawasan tersebut telah menetap selama lebih dari 20 tahun. Namun, hingga kini kebutuhan air bersih masih banyak dipenuhi dengan membeli air tangki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














