Kong sempat tinggal dengan kakak laki-lakinya, dimana pada saat itu Kong sudah mulai berusaha mandiri, disamping dia membantu usaha dari kakaknya.

Sejak berusia remaja, Kong mulai ikut berlayar, mengikuti perahu-perahu nelayan Rote Timur berlayar mencari ikan maupun mengikuti kapal-kapal angkutan yang membawa hasil-hasil bumi dari satu pulau ke pulau lainnya di NTT ini, bahkan Kong sempat menjadi “buruh pelabuhan” di Pelabuhan Ba’a menurunkan serta menaikkan barang-barang dari dan ke Kapal, hal ini dilakukan oleh Kong sampai beranjak dewasa.
Kong memulai petualangannya lebih jauh keluar dari pulau rote, dia sempat berpetualang mencari hidup di Ende, kota tempat pembuangan Soekarno.
Selama beberapa tahun disana, Kong banting tulang bekerja sebagai buruh kasar naik turun Perahu serta ikut bekerja pada orang lain yang penting bisa membiayai hidupnya sehari-hari.
Setelah itu Kong dengan simpanan uang hasil kerja kerasnya mencoba beradu nasib ke Australia, dia berangkat dari Kupang menuju Sydney Australia pada tahun 1973 (sebagaimana yang kita ketahui bahwa sejak awal-awal tahun 70an banyak Pemuda-Pemudi dari Kupang yang beradu nasib di Australia khususnya di Darwin-North Territory).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














