“Saya pernah tanya ke petugas di lapangan, kapan libur? Jawabnya, kami libur kalau masyarakat stop buang sampah. Artinya hampir tidak ada libur,” ungkap Irsan, menggambarkan beratnya beban petugas kebersihan akibat rendahnya disiplin warga.
Sebagai bentuk aksi nyata, KBB sebelumnya menggelar gerakan “Kupang Bersinar” (Kupang Bersih, Indah, dan Asri) dengan mengerahkan 31 armada dan 3 truk fuso, serta dukungan 27 armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
Total 55 truk diturunkan dalam aksi bersih besar-besaran tersebut—sebuah gambaran nyata skala persoalan sampah yang dihadapi kota ini.
Untuk memastikan dampak berkelanjutan, lomba kebersihan menetapkan tiga indikator utama penilaian:
1. Kebersihan lingkungan permukiman dan fasilitas umum, termasuk jalan, trotoar, lahan kosong, sungai, dan drainase.
2. Pengelolaan dan kebersihan tempat pembuangan sementara (TPS).
3. Kebersihan dan penataan kantor kelurahan.
Selain juara 1, 2, dan 3, panitia juga menyiapkan juara harapan 1, 2, dan 3, dengan total hadiah Rp100 juta sebagai stimulus perubahan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












