Ia menegaskan, semangat “Beta Bersih” mengandung filosofi mendalam: perubahan dimulai dari diri sendiri.
“Kata ‘beta’ berarti saya. Artinya jangan tunggu pemerintah, jangan tunggu orang lain. Mulai dari beta. Kota ini akan maju kalau warganya ikut bergerak,” ujarnya.
Wali Kota menekankan, lomba ini bukan sekadar mencari siapa yang paling bersih, melainkan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan.
Ia berharap paradigma lama seperti “itu bukan tugas saya” dapat berubah menjadi “ini beta punya tanggung jawab”.
Di sisi lain, Ketua Satgas Lomba KBB, Irsan Dardana, mengungkapkan komunitas tersebut lahir dari keresahan melihat tumpukan sampah di berbagai sudut kota, terutama setelah momentum pelantikan Wali Kota pada Februari 2025.
“Kami sadar kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga yang memproduksi sampah itu sendiri. Kami rindu Kota Kupang yang bersih,” katanya.
Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah membentuk Satgas Penanganan Sampah, menyusun roadmap, serta memastikan petugas kebersihan tetap bekerja bahkan di hari libur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
