Di sisi lain, Camat Amfoang Utara, Hendra Mooy, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih masyarakat atas kehadiran layanan penyeberangan tersebut.
Ia menyebut, akses darat di wilayah Amfoang, khususnya di tiga kecamatan yakni Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang Barat Daya, sudah tidak layak dilalui sehingga jalur laut menjadi solusi vital.
“Kami sangat bersyukur karena layanan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ini bukti kehadiran negara, apalagi wilayah kami berbatasan langsung dengan Timor Leste,” ujarnya.
Hendra mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap pelayaran perdana cukup tinggi.
Pada pelayaran dari Naikliu ke Kupang, tercatat lebih dari 150 penumpang serta puluhan kendaraan roda dua hingga roda enam ikut terangkut.
Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa memanfaatkan transportasi laut, mengingat selama ini ketergantungan masih bertumpu pada jalur darat.
Ke depan, pemerintah kecamatan bersama desa akan terus mendorong pemanfaatan layanan tersebut, termasuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui distribusi hasil bumi dan kebutuhan pokok.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












