Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak BPJN NTT dan kontraktor pelaksana apabila dalam dinamika perjuangan sebelumnya sempat terjadi ketegangan.
Namun, menurutnya, perbedaan yang pernah terjadi kini telah diselesaikan melalui komunikasi dan kebersamaan. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan BPJN NTT yang tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan kedua ruas jalan tersebut.
“Pertama-tama kami menyampaikan permohonan maaf apabila dalam dinamika sebelumnya sempat terjadi ketegangan. Puji Tuhan, hari ini kita sudah duduk bersama dan perbedaan itu bisa diselesaikan. Terima kasih kepada pimpinan balai atas komitmennya untuk melanjutkan pekerjaan jalan ini,” katanya.
Yusup menjelaskan, pekerjaan yang sebelumnya diharapkan dapat dimulai sekitar Juni mengalami penyesuaian karena sejumlah kebutuhan teknis. Meski demikian, masyarakat telah mendapatkan penjelasan bahwa pekerjaan tersebut ditargetkan selesai paling lambat 31 Desember 2026.
Ia juga mengapresiasi peran media yang selama ini turut menyuarakan aspirasi masyarakat melalui pemberitaan terkait persoalan pembangunan kedua ruas jalan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
