“Ini pekerjaan kita pembuatan bronjong. Kita kembalikan seperti semula, kemudian bronjong dari sana sampai ke sini sekitar 400 meter. Setelah itu kita uruk lagi,” jelas Nahason.
Menurutnya, penanganan tersebut bukan semata-mata perkuatan tebing, melainkan lebih kepada pengembalian dan penguatan tanggul yang berfungsi melindungi jalan desa serta kawasan pertanian masyarakat.
“Ini tanggul jalan, jalan desa. Jadi kita kembalikan tanggul sekaligus jalan desanya,” ujarnya.
Nahason mengatakan, kondisi lokasi sebelumnya telah beberapa kali ditinjau bersama Kepala BBWS NT II, Parlinggoman Simanungkalit, serta pemerintah desa. Bahkan, pihak BBWS NT II telah melakukan pengukuran untuk mengetahui kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Namun, pelaksanaan pekerjaan sempat terkendala kondisi anggaran yang mengalami perubahan akibat kebijakan efisiensi dan banyaknya program pemerintah yang harus dipenuhi.
“Kami sudah ukur. Anggarannya memang beberapa kali turun, keluar, kemudian berubah lagi. Untuk yang minggu depan ini, anggarannya baru turun. Jadi minggu depan kita sudah kerjakan,” kata Nahason.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














