IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Reaksi Cepat Polres Flotim Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Avatar photo
IMG 20241104 WA0009

Setelah erupsi hebat yang terjadi pada Minggu malam, status Gunung Lewotobi meningkat dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas), menandakan keadaan yang semakin kritis. Akibat erupsi, material panas, batu api, dan abu vulkanik terlempar hingga radius enam kilometer, menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban jiwa.

Dari data sementara, erupsi ini telah menelan korban tewas sebanyak sembilan orang, puluhan luka-luka, dan banyak bangunan hangus terbakar. Warga dari tujuh desa sekitar, yaitu Desa Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, Boru Kedang, Pululera, dan Nawakote, terpaksa mengungsi menuju perbatasan Kabupaten Sikka dan Kecamatan Titehena di Kabupaten Flotim.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Sejumlah rumah warga, gedung sekolah, dan bangunan milik Biara Susteran SSPS serta asrama SMA Seminari San Dominggo Hokeng turut menjadi korban dari letusan ini. Banyak anak seminari yang mengalami luka akibat lontaran material panas. Tidak hanya rumah warga, beberapa bangunan publik mengalami kerusakan akibat terjangan abu vulkanik dan petir yang menyambar.

Baca Juga :  Kunjungi keluarga YBR, Gubernur NTT akui masih banyak kekurangan yang harus dibenahi