“Keselamatan siswa dan guru adalah prioritas. Kondisi seperti ini tidak dapat dibiarkan, dan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Kajati NTT atas rasa keprihatinannya.
Kajati NTT, Zet Tadung Allo, menekankan pentingnya tindakan cepat dan tepat dalam menangani masalah robohnya plafon ruang kelas di tiga sekolah dasar tersebut. Beliau menyoroti dedikasi para guru yang tetap menjalankan tugas mengajar meskipun menyadari risiko yang ada akibat keterbatasan ruang alternatif.
Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi Kejati NTT, yang berkomitmen untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kunjungannya, Kajati menyampaikan harapan besar kepada Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (PPW) NTT untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam menangani kerusakan yang terjadi.
“Kami berharap Balai PPW NTT dapat segera melakukan evaluasi teknis menyeluruh dan merealisasikan perbaikan infrastruktur. Kolaborasi dan sinergi yang kuat sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan siswa dan keberlangsungan proses belajar-mengajar,” tegas Kajati Zet Tadung Allo.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
