Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat harus menjadi perhatian serius dalam proses pemulihan pascagempa.
“Saya juga tadi pagi sudah telepon Kepala BRIN, siapa tahu ada teknologi desalinasi yang bisa menambah suplai air bersih,” tambahnya.
Dengan demikian, penanganan air bersih di Palue tidak hanya bergantung pada satu sumber. Pemerintah menyiapkan beberapa alternatif, mulai dari pemanfaatan air tanah melalui sumur bor hingga teknologi desalinasi air laut.
Pengamanan Pantai Jadi Prioritas Berikutnya
Selain air bersih, kondisi pesisir Pulau Palue juga menjadi perhatian pemerintah.
Ancaman abrasi dinilai berpotensi membahayakan fasilitas pemerintahan maupun permukiman masyarakat yang berada di kawasan pantai.
Karena itu, Kementerian PU akan menyiapkan desain teknis pembangunan tanggul pengaman pantai sebagai langkah untuk mengurangi dampak abrasi.
“Semalam memang sudah disampaikan Ibu Dansatgas Kabupaten Sikka, yang juga Kadis PUPR, memang butuh tanggul penahan pantai. Secepatnya kita akan lakukan desain supaya abrasi bisa tertahan dan tidak merusak kantor kecamatan dan seterusnya,” kata Dody.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














