19 Tahun Tragedi KMP Citra Mandala Bahari, Kejati NTT Gelar Doa Bersama Menghormati Insan Adhyaksa yang gugur

IMG 20250201 WA0009

tv-beritakota.com – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menggelar doa bersama untuk mengenang tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Citra Mandala Bahari atau lebih dikenal dengan “JM Ferry” yang terjadi pada 31 Januari 2006.

Tragedi ini merenggut nyawa dua insan Adhyaksa, yakni almarhum Engkus Kusdinar, SH., dan Philipus David Ay, yang tengah bertugas ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao.

Doa bersama ini dipimpin oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTT Ikhwan Nul Hakim, S.H., dan diikuti oleh Asisten Intelijen Kejati NTT, Bambang Dwi Murcolono, SH., MH., Asisten Tindak Pidana Umum Kejati NTT, Mohammad Ridosan, S.H., M.H., Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., Kabag TU, para Koordinator, serta seluruh pegawai Kejati NTT.

Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh aparat penegak hukum akan dedikasi dan perjuangan para jaksa yang bertugas, bahkan di wilayah terluar Indonesia.

Tepat 19 tahun lalu, KMP Citra Mandala Bahari yang berlayar dari Pelabuhan Bolok Kupang menuju Pelabuhan Pantai Baru, Rote Ndao, mengalami musibah di Selat Pukuafu. Selat yang dikenal berbahaya ini telah lama menjadi tantangan bagi para nahkoda karena arus kuat serta palung dalam yang mengancam keselamatan kapal.

Exit mobile version