Kapal dengan bobot 489 GT ini dinahkodai oleh Marianus Koten dan membawa sekitar 160 penumpang berdasarkan manifest, meskipun banyak pihak meragukan angka tersebut. Di antara para penumpang, terdapat tiga jaksa yang bertugas ke Rote Ndao, yakni Soleman Bolla, Engkus Kusdinar, dan Philipus David Ay.
Menurut kesaksian Wilmince Mangdalena Herlinda Tony, istri dari Soleman Bolla, suaminya selamat setelah berhasil keluar dari jendela kapal dan bertahan selama dua jam di laut menggunakan potongan kayu. Namun, Engkus Kusdinar dan Philipus David Ay tidak seberuntung itu. Engkus Kusdinar ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sementara jasad Philipus David Ay hingga kini belum ditemukan.
Salah satu kisah memilukan dari tragedi ini datang dari Marietje Margaretha Ay-Ndoen, ibu dari Philipus David Ay.
Ia mengenang bagaimana putranya yang merupakan anak bungsu dan diharapkan mengikuti jejaknya sebagai jaksa, justru harus berpulang dalam tugas.
“Deddy mungkin panik, sehingga berlari masuk ke dalam mobil dinas yang akan dibawa ke Kejari Rote. Ia tenggelam bersama mobil itu, dan hingga kini jasadnya belum ditemukan,” ujarnya penuh haru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
