Sekitar 6 Ton Tumpahan Minyak di Perairan Pulau Semau Berhasil Dibersihkan, Diduga Berasal dari Kebocoran Bangkai KM Kuala Emas

Petugas Ditpolairud Polda NTT bersama tim gabungan membersihkan tumpahan minyak di perairan Pulau Semau yang diduga berasal dari kebocoran bangkai KM Kuala Emas.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan tumpahan minyak diduga berasal dari kebocoran Marine Fuel Oil (MFO) saat proses pemotongan lambung kiri bangkai KM Kuala Emas pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 12.05 WITA.

Kebocoran terjadi di luar perkiraan teknis karena bagian kapal yang dipotong sebelumnya diperkirakan merupakan tangki balas yang tidak dilalui jalur bahan bakar.

Insiden tersebut sempat berdampak pada sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Semau, di antaranya Desa Hansisi, Uiasa, Huilelot, Onansila, Uitiuh Ana, Akle, Naikean, Letbaun, dan Batuinan.

Untuk mencegah penyebaran pencemaran semakin luas, PT Nusantara Salvage Indonesia bersama instansi terkait segera meningkatkan operasi penanganan dengan menambah armada pembersih dari dua menjadi empat unit perahu.

Tim juga memasang oil boom, menggunakan oil absorbent pads, menyemprotkan oil dispersant, serta menyedot minyak yang mengapung di sekitar lokasi kejadian.

Berkat langkah cepat tersebut, sekitar lima hingga enam ton minyak berhasil diamankan. Pembersihan juga dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat di kawasan Hansisi, Pelabuhan Ferry Semau, Pelabuhan Rakyat Semau, Hansisi Oesemuk, Lalendo, hingga Pulau Kambing.

Exit mobile version