Menurut Menteri Dody, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan gedung pendidikan, tetapi juga memastikan seluruh infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan, dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan bagi seluruh pengguna kawasan.
Keberadaan jalur alternatif (shortcut) juga diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh menuju kawasan sekolah. Infrastruktur jalan yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Progres Pembangunan Sekolah Capai 93,98 Persen
Selain memastikan penanganan akses jalan, Menteri Dody juga meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang yang hingga 16 Juli 2026 telah mencapai 93,98 persen.
Meski beberapa pekerjaan masih berlangsung, kegiatan belajar mengajar telah dimulai sejak 13 Juli 2026. Penyelesaian bangunan yang tersisa dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas pendidikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
