Tahun 1968, Djibrael Bengngu terlibat dalam Operasi Penumpasan G30S/PKI dan Pembinaan Ideologi Pancasila di Solo dan Jawa Tengah atas perintah Jenderal Soeharto.
Ia kemudian dipromosikan menjadi Mayor Inf. pada tahun 1972 dan kembali ke Kodam IX Udayana sebagai Ka. Bintal Rohani Protestan.
Dari tahun 1974 hingga 1978, ia bertugas sebagai Pamen Operasi Kotis Seroja Timor Timur, terlibat dalam perebutan Dili (7 Desember 1975) dan Operasi Seroja hingga pembentukan Provinsi Timor Timur (17 Juli 1976). Ia dipromosikan menjadi Letnan Kolonel pada tahun 1980, kembali menjabat Ka. Bintal Makorem 164, hingga pensiun pada tahun 1981.
Pasca pensiun, Letkol Inf. (Purn) Djibrael Bengngu aktif di politik Timor Timur sebagai Wakil Ketua Golkar Timor Timur dan Wakil Ketua/Ketua Fraksi DPRD Timor Timur. Ia juga menjabat Ketua Badan Koordinasi Gereja Kristen Protestan Timor Timur dan merupakan salah satu pendiri organisasi tersebut (bersama Jenderal Theo Syafei dan tokoh agama lainnya).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












