IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dari Mimbar ke Medan Perang: Kisah Pendeta Letkol Djibrael Bengngu di Timor-Timur

Avatar photo
img 20230922 wa0044 1

Dalam peristiwa G30S/PKI (30 September 1965), hampir semua perwira tinggi TNI-AD menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Hanya Pangkostrad (Mayjen Soeharto) dan KSABRI Jenderal Nasution yang selamat. Jenderal Nasution terluka terkena tembakan di paha sebelah kiri ketika berupaya meloloskan diri melompat pagar rumahnya, namun berhasil menyelamatkan diri ke rumah tetangganya Duta Besar Irak.

Pada 1 Oktober 1965, Djibrael Bengngu dan tim, atas perintah Pangkostrad, berhasil menemukan dan mengevakuasi Jenderal Nasution ke Markas Kostrad. Djibrael kemudian ditugaskan sebagai ajudan dan pengawal Jenderal Nasution, meskipun ajudan Jenderal Nasution, Pierre Tendean, dan putrinya, Ade Irma Suryani, gugur dalam peristiwa tersebut.

img 20230922 wa0044
Foto – Kapten Infantri-TNI Djibrael Bengngu (Kaca Mata) mengawal Jenderal Besar A.H.NAsution pada tanggal 5 Oktober 1965, saat pelepasan Para Pahlawan Revolusi korban Pembunuhan G-30-S PKI untuk dimakamkan
Baca Juga :  KSOP Kupang Gelar Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Pelaut dan Tenaga Penunjang Keselamatan Pelayaran