“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Taekwondo di NTT, kami mengirimkan 13 wasit untuk mengikuti Diklat tingkat Nasional. Kebetulan saat ini hanya saya dan salah satu dari Sikka yang telah memiliki lisensi tersebut. Kami berharap mereka lulus dan siap berkontribusi dalam even-even besar di Kupang maupun di tingkat Nasional,” ungkap Fransisco.
Menurut Fransisco, persiapan menuju PON 2028 mendatang tidak hanya sebatas pada penyediaan infrastruktur dan pembiayaan, tetapi juga mencakup persiapan sumber daya manusia yang berkualitas, seperti atlet dan wasit.
Senada dengan hal tersebut, Igor Paku, selaku Ketua Dojang Diklat Taekwondo Kupang, juga menekankan pentingnya mempersiapkan anak-anak sejak usia dini untuk berlatih dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan dukungan dan motivasi, serta menanamkan nilai-nilai spiritual, karena segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
“Saya mencontohkan Meychela Arseminda Kamengasa, atlet putri taekwondo NTT dari Dojang PPO-BPN, yang pernah berlaga di ajang PON XXI di Aceh-Sumut Tahun 2024 pada cabang olahraga taekwondo, berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang Polisi Wanita (POLWAN) dalam seleksi penerimaan Kepolisian melalui jalur Rekrutmen Proaktif Polri (Rekpro) karena memiliki segudang prestasi pada cabang olahraga taekwondo” ungkap Igor
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












