“kedepan kita harus punya dashboard pintar yang bisa dapat dengan cepat” tambah Dewi.
Integrasi Satu Data Cipta Karya ini juga akan dikolaborasi dengan sistem yang juga sedang dikembangkan oleh Kementerian PU.
Adapun dalam rakor ini disampaikan beberapa arahan, yaitu:
(1) agar balai memahani tugas dan perannya, (2) agar balai menguasai wilayah kerja, (3) agar balai mengetahui baseline layanan infrastruktur CK di wilayah kerjanya.
Yang ke (4) melaksanakan Sasaran Utama PU 608 sebagai target capaian Ditjen CK hingga TA. 2029, (5) memberikan skala prioritas penanganan untuk kegiatan direktif, serta (6) melakukan survey dan penyusunan DED bersamaan dengan proses pemenuhan anggaran bila ada kondisi mendesak.
“Ke depan, saya berharap layanan dan infrastruktur yang kita bangun ini benar-benar sampai ke rumah masyarakat dan dirasakan manfaatnya. Karena jika kita hanya berpikir sampai tahap konstruksi selesai, berarti kita belum benar-benar bermanfaat dan tuntas.” tutup Dirjen Dewi.
Turut hadir pada rakor tersebut seluruh Pejabat Tinggi Pramata, Pejabat Administrator, Kepala BPPW Banten, Kepala BPPW Jakarta Metropolitan, Kepala BPPW Jawa Barat, secara luring, serta balai-balai di seluruh Indonesia secara daring. (*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












